Mengenal Definsi, Macam Dan Tahapan Daur Air

Air merupakan salah satu komponen terpenting dalam kehidupan. Tanpa air tidak ada kehidupan baik tumbuhan, hewan maupun manusia di muka bumi. Benda berwujud cair ini memiliki perputaran fase yang berlangsung secara terus-menerus yang dikenal sebagai daur air. Kebutuhan air yang semakin tinggi karena tidak diimbangi dengan kuantitas penduduk bumi yang semakin padat membuatnya semakin terancam langka. Berikut beberapa informasi penting seputar siklus air.

Definisi

Tidak hanya dikenal sebagai wujudnya yang cair. Air memiliki daur maupun proses perubahan yang berlangsung secara kontinu. Nama proses tersebut adalah siklus/daur air. Siklus ini dikenal dengan nama siklus hidrologi. Perubahan wujud air mulai dari penguapan (gas), kondensasi (padatan) dan cair dalam wujud air hujan. Pergerakan wujud ini berlangsung di seluruh muka bumi dan atmosfer, tepatnya berada di lautan dan daratan.

Beragam daur air

Pergerakan air yang bertahap dan terjadi dalam 3 fase mengakibatkan terjadinya beragam siklus. Variasi siklus tersebut meliputi jangka pendek, menengah/sedang dan panjang. Hal ini disebabkan banyak faktor salah satunya bentuk konfigurasi di setiap tempat berbeda. Siklus jangka pendek merupakan proses perubahan wujud air yang seringkali terjadi di lautan. Hal ini disebabkan sinar matahari secara langsung mengenai tubuh air. Sedangkan, siklus sedang dan panjang seringkali terjadi di daratan yang dipengaruhi oleh pergerakan angin.

Tahapan

Daur air memiliki istilah-istilah penting dalam setiap perubahan wujudnya dalam bentuk 3 fase yaitu, transpirasi, evaporasi penyubliman atau sublimasi, presipitasi, aliran air di permukaan bumi dan infiltrasi. Tahapan evaporasi ialah penguapan air yang terjadi di bumi baik di daratan maupun lautan menuju atmosfer.

Setelah itu, menuju tahapan transpirasi berupa perubahan wujud cair menjadi uap. Perubahan terjadi di daratan berkonfigurasi sedang hingga rendah. Transpirasi juga berlangsung di gunung-gunung es yang dikenal dengan nama sublimasi. Pada ketinggian tertentu, perubahan wujud uap air menjadi padatan partikel es yang dikenal sebagai kondensasi.

Proses kondensasi bisa berlangsung cepat maupun lama yang dipengaruhi oleh pergerakan angin dan tingkat kejenuhannya. Air yang mengalami kondensasi lama-kelamaan akan jatuh sebagai presipitasi dalam wujud partikel es kembali maupun air hujan. Air yang turun ke bumi mengakibatkan terjadinya limpasan berupa aliran permukaan maupun infiltrasi air bergerak ke bawah tanah di lapisan akuifer.

 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>