Makanan Khas Betawi yang Mirip Omelete, Anda Sudah Coba?

3. Makanan Khas Betawi yang Mirip Omelete, Anda Sudah Coba

Makanan khas Betawi selalu mendapat perhatian dari banyak orang. Hal ini wajar karena sebagian besar masakan yang berasal dari Betawi mempunyai citarasa tinggi. Tidak hanya itu, ciri khas juga terlihat jelas dari kebanyakan makanan Betawi. Bukan rahasia umum lagi bila setiap daerah di tanah air mempunyai menu ungggulan.

Selain terkenal dengan kemajuan kotanya, Jakarta juga populer dengan warung-warung menjajakan makanan khas tradisional. Pasalnya Jakarta sendiri merupakan bagian dari Betawi tempo dulu. Sehingga tidak sulit untuk menemukan menu kuliner dari masyarakat Betawi. Bahkan menu kulinernya kini sudah merambah pada sektor restoran besar yang ada di penjuru Kota Jakarta.

Salah satu makanan khas Betawi yang sangat mudah ditemukan di Jakarta ialah kerok telor. Saking familarnya kerak telor juga tersebar di penjuru Indonesia. Menariknya menu yang satu ini bila dilihat sekilas mirip dengan omelete. Tidak hanya mirip dengan omelete, kerak telor juga memiliki riwayat sendiri, berikut adalah ulasannya.

Asal Mula Kerak Telor Betawi

Siapa sangka salah satu menu kuliner yang menjadi kebanggaan masyarakat Betawi ini sudah ada sejak lama. Dengan kata lain menu ini juga sudah dirasakan oleh masyarakat Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Bila dihitung umurnya sudah mencapai puluhan tahun. Konon, pada jaman dahulu resep kerak telor tercipta tanpa sengaja.

Dari sejarahnya, makanan khas Betawi ini dibuat secara tidak sengaja dan merupakan hasil coba-coba. Adapun orang yang membuatnya adalah sekawanan orang Betawi. Pada saat itu mereka tinggal di daerag Menteng, Jakarta Pusat. Bila melihat ke belakang, dulu Jakarta dikenal masyarakat luas dengan nama Batavia.

Kota tersebut juga dikenal dengan pohon kelapanya. Karena itulah masyarakat sekitar seringkali memanfaatkan buah kelapa untuk keperluan memasak beragam masakan. Satu diantaranya pada saat itu adalah kerak telor. Kemudian pada tahun 70an masyarakat Betawi mulai percaya diri untuk menjajakannya di kawasan Tugu Monas.

Semenjak dijajakan oleh masyarakat Betawi di kawasan Monas kerak telor menjadi menu yang diburu banyak orang. Makanan ini semenjak itu menjadi daya tarik bagi kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke Jakarta. Tidak hanya masyarakat biasa yang suka menyantapnya. Kaum elite juga kerap mencari menu makanan khas Betawi ini.

Ciri Khas Kerak Telor Betawi

Setiap makanan biasanya disajikan dengan berbagai macam tampilan. Untuk menarik orang agar mencicipnya tidak jarang menu makanan ditampilkan dengan bentuk unik. Kerak telor sendiri mempunyai bentuk layaknya menu makanan luar negeri yaitu omelet. Hingga sekarang banyak orang menyebutnya sebagai omelet Batavia. Inilah ciri khas dari kerak telor yang pertama.

Resep makanan khas Betawi ini terdiri dari beras ketan dan telur. Biasanya ada dua pilihan yaitu telor ayam atau bebek. Sementara citarasa kerak telor didapat dari rempah-rempah khas masyarakat Betawi. Rempah-rempah ini menjadi penyedap dan penguat rasa kerak telor. Sama seperti omelete pada dasarnya kerak telor dimasak dengan memanfaatkan wajan.

Saat wajan sudah terasa panas kerak telor dibalik dan sengaja dibiarkan terkena bara api. Biasanya penjual kerak telor akan mengipasi bara api sehingga tampilannya menarik. Saat sudah kering dan matang barulah kerak telor disajikan. Ciri khas dari kerak telor adalah penyajiannya yang masih menggunakan serundeng dan bawang goreng.

Jadi, apakah Anda sudah mencicipi kuliner Betawi yang melegenda ini? Kerak telor umumnya dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Sehingga setiap orang bisa menikmatinya kapan saja. Dahulu kerak telor hanya dapat dicicipi setahun sekali atau pada saat acara tertentu. Kini, Anda bisa menikmati makanan khas Betawi ini setiap saat lho.

Keyword: makanan khas Betawi

Deskripsi: Makanan khas Betawi mirip omelet yaitu kerak telor melegenda di Jakarta dengan ciri khasnya serundeng dan bawang goreng. Anda sudah mencicipinya?

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>